Saya melihat sesuatu yang aneh. Saya menemukan sebuah cerita yang sangat aneh, tidak seperti yang pernah ada dalam hidup, rasa petualangan saya, lidahku diam-diam tidak pernah disiapkan untuk semua ini. Ssh, sekarang saya ingin bercerita.
Hari Jumat itu belum juga subuh, saya memperhatikan seorang anak muda yang tampan dan kekar, berjalan melewati gang-gang di kotaku. Ia mendorong sebuah gerobak tua berisi kain-kain baru dan berwarna cerah. Ia berteriak-teriak dengan suara tenornya yang jernih, teriaknya, "kain!"ah, suasana indah sekali dan sinar matahari baru menyapa, harmonis sekali dengan suaranya.
"Kain! Kain baru ditukar yang lama! Ambil kain usangmu! Kain!"
"Ini baru kejaiban," batinku, bagi seorang yang berdiri tegad dan dengan tangannya yang kekar, keras dan berotot, dan matanya memancarkan kepintarannya. Tidak dapatkah dia menemukan pekerjaan yang lebih baik dari ini, hanya sebagai tukang kain keliling.
Saya mengikutinya, keingintahuan mendorong saya, dan tidak mengecewakan.
Tak lama kemudian tukang kain itu melihat seorang wanita yang sedang duduk di beranda. Ia sedang menangis tersedu-sedu dengan sebuah sapu tangan di tangannya. Menutupi dan menampung ribuan tetes air mata. Posisi kaki dan sikunya membentuk posisi X, seolah ikut sedih. Bahunya bergetar. Hatinya hancur berantakan.
Tukang kain itu menghentikan langkahnya, perlahan ia mendekati wanita itu, melewati kaleng-kaleng dan mainan usang.
"Berikan kepada saya kainmu itu," katanya dengan lembut, "dan saya akan menukarnya dengan yang baru."
Ia menarik sapu tangan itu dari mukanya, ia melihat kearah anak muda itu, dan ia memberikan selembar kain linen baru di tangannya, sangat bersih bersih hingga seolah bersinar. Ia kemudian berkedip dan beralih dari pemberian ke arah pemberinya.
Anak muda itu kembali ke gerobaknya dan meneruskan perjalanannya, hal yang aneh terjadi kemudian, ia mengusapkan sapu tangan itu ke wajahnya, dan setelah itu ia mulai menangis. Menangis tersedu-sedu, seperti wanita itu sebelumnya sehingga bahunya bergetar. Wanita yang ditinggal itu berhenti menangis.
"Ini sebuah keajaiban," saya membatin, dan saya terus mengikuti tukang kain yang menangis tersedu-sedu seperti anak kecil yang ketakutan.
"Kain!Kain!Kain baru ditukar dengan kain usang!," seru anak muda itu. Beberapa waktu kemudian, ketika langit mendung terlihat di atas atap rumah, saya seperti melihat korden usang tergantung di sebuah jendela yang gelap. Tukang kain itu mendatangi seorang perempuan muda yang kepalanya dibungkus perban. Mata perempuan muda itu kosong. Perbannya dipenuhi darah. Segaris darah terlihat menetes di pipinya.
Tukang kain itu memandang perempuan muda itu dengan sedih, kemudian ia mengambil sebuah topi kuning bertali yang indah dari gerobaknya.
"Berikan kepada saya kainmu itu," katanya, sambil mengelap jejak darah yang mulai mengering di pipinya, "dan saya tukar dengan yang baru."
Perempuan muda itu hanya dapat terpana ketika anak muda itu melucuti perbannya dan kemudian mengikatnya kembali di kepalanya sendiri. Sebagai gantinya ia memasangkan topi itu di kepalanya, saya tercekat melihat yang terjadi: bersamaan dengan berpindahnya perban begitu juga lukanya. Alisnya menjadi gelap, meleleh darah-darahnya sendiri.
"Kain!Kain! Tukarkan kain usangmu dengan yang baru," serunya sambil menangis, dan berdarah, tanpa kehilangan kekuatannya dan kecerdasannya.
Matahari melukai langit dan sekarang mata saya; entah kenapa tiba-tiba tukang kain itu menjadi terburu-buru dan makin terburu-buru.
"Apakah anda hendak pergi bekerja?" ia bertanya kepada seorang pria yang bersandar di tiang telepon. Kepalanya menggeleng.
Tukang kain itu terus bertanya, "apakah kamu mempunyai pekerjaan?"
"Kamu ini gila atau apa? Jawab orang itu dengan sinis. Ia kemudian berdiri tegak dan menunjukkan lengan kanan jaketnya - rata, ujung lengannya dimasukkan ke kantong. Ia buntung.
"Jadi," kata tukang kain, "berikan kepada saya jaketmu dan akan saya berikan jaket saya kepadamu."
Suaranya penuh wibawa-saya sampai tergetar melihat apa yang saya lihat. Orang bertangan satu itu mencopot jaketnya, begitu juga si tukang kain. Tangan tukang kain itu tetap tinggal di jaketnya dan ketika dikenakan kemudian orang buntung itu mempunyai dua buah tangan yang sehat, tebal setebal dahan pohon tetapi tukang kain itu hanya memiliki satu lengan saja jadinya.
"Pergilah bekerja," katanya.
Setelah itu ia bertemu dengan seorang yang mabuk, tergeletak tak sadarkan diri diselimuti selimut yang bermotif loreng tentara. Seorang tua mabuk dan sakit. Anak muda itu kemudian mengambil selimut itu dan dipakainya untuk menyelimuti dirinya dan untuk orang tua itu ia meninggalkan baju baru.
"Sekarang saya harus bisa mengimbangi tukang kain itu." Sekalipun ia sambil menangis, limbung, dan darah mengalir deras dari dahinya, ia tetap menarik gerobaknya dengan satu tangan. Mencoba bertahan dari mabuknya jatuh dan terjatuh lagi, kelelahan, tua dan sakit. Sekalipun demikian, ia terus berjalan dengan kecepatan tinggi. Seolah berkaki banyak seperti laba-laba, ia merambat dengan cepat melewati lorong-lorong di kota, terus berjalan sampai akhirnya ia mencapai batasnya dan terhenti.
Saya menangis melihat perubahan yang terjadi terhadap anak muda ini. Saya sungguh terluka melihat kesedihan tetapi saya harus tetap bertahan karena saya perlu mengetahui kemana ia menuju dengan tergesa-gesa, paling tidak mengetahui apa yang mendorongnya.
Tukang kain itu tiba di sebuah tempat pembuangan akhir sampah. Ia mendekati sebuah lobang sampah. Sebenarnya saya ingin membantu tapi kemudian saya urung dan kembali bersembunyi. Dengan susah payah ia membersihkan sepetak tanah di bukit itu. Ia mengambil nafas panjang lalu merebahkan tubuhnya. Ia menggunakan sapu tangan dan jaket sebagai bantalnya. Ia menutupi tubuhnya dengan selimut loreng tentara. Ia mati.
Oh, saya menjadi saksi sebuah kematian. Saya tersungkur kedalam sebuah mobil tua dan menangis dan menjerit seperti seorang sudah kehilangan harapan - karena saya jadi mencintai tukang kain itu, semua keburukan telah menghilang didalam keajaiban orang ini dan saya memujanya; tapi ia mati. Saya menangis tersedu-sedu sampai tertidur.
Saya tidak tahu - bagaimana mungkin saya tahu? - bahwa saya telah tertidur sejak jumat malam, Sabtu, dan malam itu juga.
Tapi kemudian, hari Minggu pagi saya dibangunkan dengan paksa.
Sinar-murni, tajam, cahaya yang menuntut-menampar mukaku yang lelah dan saya mengedip, melihat sebuah akhir dari awal keajaiban.
Tukang kain itu melipat selimutnya dengan sangat rapi, codet di dahinya hilang, dan ia hidup. Sehat. Tidak ada tanda-tanda ketuaan dan semua kain yang telah ia kumpulkan bersinar karena bersihnya.
Saya menunduk dan menggigil atas semua yang telah saya saksikan. Saya berjalan mendekat ke arahnya. Saya memperkenalkan nama saya dengan malu, karena saya adalah figure yang memalukan didepannya.
Saya kemudian mencopot seluruh baju yang saya pakai dan berkata kepadanya, "dandanilah saya".
Ia mendandani saya. Tuhanku Ia memakaikan kain baru diatas saya dan saya menjadi keajaiban disampingnya. Tukang kain, Sang Kristus. (-Walter Wangerin-)
Untuk direnungkan :
1. Saya telah didandani dan memakai kain baru..akankah saya melakukan hal-hal yang dapat mengotori kain dan merusak dandanan baru saya?
2. Untuk setiap penderitaan yang telah ditanggung olehNya karena saya, akankah saya masih mengecewakan Dia?
Suatu renungan singkat untuk direnungkan. Dia sabar menunggu kok hingga kamu berbalik dan masuk dalam pelukanNya. Tapi.... jangan karena tahu Dia sabar, malah jadi kelamaan dan menunda ya...
Tuesday, July 28, 2009
Monday, July 27, 2009
Hari gini gak Fesbukan??
Harreee geneee gak fesbuukkaaann???
Bisa jadi itu pikiran orang-orang saat ini kali ya..fs mah dah kuno, sekarang saatnya fb.. dan cerita berikut di bawah ini bener2 menggambarkan hal tersebut deh.. dimana ini cerita menggambarkan budaya social networking dari negeri barat di implementasikan di indonesia (pinjem kutipan seorang teman hoho). TOP abis deh yang ngarang nech cerita hihi..*acungin jempol deh*
and here is the story ...
Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah. Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang Ada di tangannya.
Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja,Seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya.
Karena penasaran, diriku pun bertanya "Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son AMAPelanggannya "Son.. Mie ayamnya siji maning sooon.."), sedang apa kok asik bener di pojokan?" tanyaku
"He mas ganteng...( satu hal yang aku suka dari Jason adalah : OrangnyaSuka bicara Jujur! ), ini mas, lagi update status!!..."
WADEZIG!!"weehhh... Njenengan fesbukan juga to??" tanyaku heran.
"Ya iyalah mas... Hareee geneee Ga fesbukan?!.. .Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata Pak Hermawan Kertajaya kan dalam berdagang Kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mass..
" GLEK!! Kalah gw Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo Ada yg namanya Hermawan Kereta Jaya
"emang mas statusnya apa?" tanyaku penasaran"
nih mas aku bacain :
Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah,Beli empat gratis timbang badan... Takutnya anda obesitas...Segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi..Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati... Ampela, usus Dan jeroan ayamLainnya.."
.. GUBRAK!!Dua kosong untuk mas Jason....
Gw yg uda lama fesbukan aja Ga bisa bikin status se atraktif dia..
Tapi Ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake
Aku kira henponnya blekberi atau minimal nokia Seri baru yang uda bisa pake internetan Selidik punya selidik, ternyataa... Henponnya lawas bin jadul...HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, Dan masih pake antena luar kayak radio AM
"mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasaHalusnya henpon lawas)Gimana caranya??
"Owwh.. Gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri? Jawab dia datar
"Ohh.. Mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?"
" Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati... Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24 Jam!Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin statusSaya,Lha Wong dia tiap Hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagaiBalesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali... Murah to..."
Mendadak kepalaku pusing Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga,Aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas Jason...
BRUK!! "lho mas.. Mas... Jadi beli mie ayam ndak...kepriben iki?"
MAU UPDATE STATUS GRATIS PAKE TRI
MAU???
Bisa jadi itu pikiran orang-orang saat ini kali ya..fs mah dah kuno, sekarang saatnya fb.. dan cerita berikut di bawah ini bener2 menggambarkan hal tersebut deh.. dimana ini cerita menggambarkan budaya social networking dari negeri barat di implementasikan di indonesia (pinjem kutipan seorang teman hoho). TOP abis deh yang ngarang nech cerita hihi..*acungin jempol deh*
and here is the story ...
Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah. Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang Ada di tangannya.
Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja,Seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya.
Karena penasaran, diriku pun bertanya "Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son AMAPelanggannya "Son.. Mie ayamnya siji maning sooon.."), sedang apa kok asik bener di pojokan?" tanyaku
"He mas ganteng...( satu hal yang aku suka dari Jason adalah : OrangnyaSuka bicara Jujur! ), ini mas, lagi update status!!..."
WADEZIG!!"weehhh... Njenengan fesbukan juga to??" tanyaku heran.
"Ya iyalah mas... Hareee geneee Ga fesbukan?!.. .Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata Pak Hermawan Kertajaya kan dalam berdagang Kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mass..
" GLEK!! Kalah gw Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo Ada yg namanya Hermawan Kereta Jaya
"emang mas statusnya apa?" tanyaku penasaran"
nih mas aku bacain :
Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah,Beli empat gratis timbang badan... Takutnya anda obesitas...Segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi..Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati... Ampela, usus Dan jeroan ayamLainnya.."
.. GUBRAK!!Dua kosong untuk mas Jason....
Gw yg uda lama fesbukan aja Ga bisa bikin status se atraktif dia..
Tapi Ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake
Aku kira henponnya blekberi atau minimal nokia Seri baru yang uda bisa pake internetan Selidik punya selidik, ternyataa... Henponnya lawas bin jadul...HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, Dan masih pake antena luar kayak radio AM
"mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasaHalusnya henpon lawas)Gimana caranya??
"Owwh.. Gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri? Jawab dia datar
"Ohh.. Mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?"
" Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati... Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24 Jam!Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin statusSaya,Lha Wong dia tiap Hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagaiBalesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali... Murah to..."
Mendadak kepalaku pusing Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga,Aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas Jason...
BRUK!! "lho mas.. Mas... Jadi beli mie ayam ndak...kepriben iki?"
MAU UPDATE STATUS GRATIS PAKE TRI
MAU???
Sunday, July 26, 2009
Welcome Back
Hai Hai Hai...
Fiuuhhh akhirnya setelah sekian lama absen..ogud mulai nulis blog lagi. Tadi sempet baca-baca tulisan blog yang lama, ternyata lucu juga. Mengingat kenangan waktu jaman kuliah dulu dan laen-laen. Beberapa hal mengingatkan akan kehidupan rohani juga...wuiihh jadi semangat lagi nech buat nge-blog. Kudu semangat nech biar gak musiman ngeblognya hihihi.
Fiuuhhh akhirnya setelah sekian lama absen..ogud mulai nulis blog lagi. Tadi sempet baca-baca tulisan blog yang lama, ternyata lucu juga. Mengingat kenangan waktu jaman kuliah dulu dan laen-laen. Beberapa hal mengingatkan akan kehidupan rohani juga...wuiihh jadi semangat lagi nech buat nge-blog. Kudu semangat nech biar gak musiman ngeblognya hihihi.
Saturday, January 19, 2008
Thats what siblings are for
Kemaren malem, di kamar, dengan berbekal kacamata, bedcover, n bantal, gw siap buat nonton american idol. Posisi paporit gw kalo lage pake kacamata tuh di di ujung idung..gw suka banget nangkringin kacamata di ujung idung (kata orang2 sech kek apho apho pake kacamata hihihihi) n bukan di tulang hidung antara mata. Ada dua alasan sech kenapa gw suka pake kacamata kek itu, pertama klo pake kek itu, tulang idung antara mata gw jadi gak berbekas kacamata n cekung, kedua, karna tulang idung gw kurang tinggi buat nahan itu kacamata, jadi ntar melorot juga, jadi daripada ntar cape bolak balik naikin, mending langsung gw pake di bawah aja. Nah kemaren berubung gw lage flu, jadi gw selipin tisue bersih diantara idung n kacamata gw, selaen supaya idung gw gak berbekas kacamata, rasana lebih enak aja karna idung gw rada tertutup ama tisue. (susah ngebayanginnya??uhmm ada potona sech..tapi ogah gw upload huahahahaha)
Tiba2 Juandi (ade cowo gw, uhmm penjelasan tentang dia ada di blog2 sebelon ini) masuk kamar, dia liat gw n posisi gw..trus ngomong :
"Ce, loe kenapa pake tisue n kacamata kek itu?"
gw yang lage asik nonton cuma nengok sekilas ke dia trus dengan cuekna bilang :
"iya nech, biar ntar kacamata na gak licin n jatoh mulu..jadi ada yang nahan geto"
"Ooo"
dah itu tuch anak kuar...
gak lama kemudian gantian si Leni yang masuk..
leni :"tau gak ce, tadi si take (panggilan juandi di rumah) ngomong apa ama gw?"
gw : *nengok ke dia* "apa?"
leni : "masa tadi dia bilang gini ce : oce, loe gak kasian tuch ama tace di kamar, pake kacamatanya kek itu gara2 idungna kekecilan, loe bagi dikit dunk idung loe yang gede"
gw : *hening sejenak* ".... HUAHAHAHAHAHAHA emank paling ngarti tuch take loe"
leni : *mesem-mesem* hahahaha
Satu lage bukti klo dede2 gw mank perhatian sekali...
thats what siblings are for..saling bantu..bahkan ampe soal idung sekalipun...hihihihi
eh iya gw masukin poto si Juandi dengan pose jadulnya dia, lage sok sixty die..
Tiba2 Juandi (ade cowo gw, uhmm penjelasan tentang dia ada di blog2 sebelon ini) masuk kamar, dia liat gw n posisi gw..trus ngomong :
"Ce, loe kenapa pake tisue n kacamata kek itu?"
gw yang lage asik nonton cuma nengok sekilas ke dia trus dengan cuekna bilang :
"iya nech, biar ntar kacamata na gak licin n jatoh mulu..jadi ada yang nahan geto"
"Ooo"
dah itu tuch anak kuar...
gak lama kemudian gantian si Leni yang masuk..
leni :"tau gak ce, tadi si take (panggilan juandi di rumah) ngomong apa ama gw?"
gw : *nengok ke dia* "apa?"
leni : "masa tadi dia bilang gini ce : oce, loe gak kasian tuch ama tace di kamar, pake kacamatanya kek itu gara2 idungna kekecilan, loe bagi dikit dunk idung loe yang gede"
gw : *hening sejenak* ".... HUAHAHAHAHAHAHA emank paling ngarti tuch take loe"
leni : *mesem-mesem* hahahaha
Satu lage bukti klo dede2 gw mank perhatian sekali...
thats what siblings are for..saling bantu..bahkan ampe soal idung sekalipun...hihihihi
eh iya gw masukin poto si Juandi dengan pose jadulnya dia, lage sok sixty die..
Thursday, January 17, 2008
Mata aeran, idung meleran..tanpa ileran..
GW SAKIT!!!! dengan ini dah 4 hari gw sakit..sebeell..
Di suatu pagi menjelang siang gw terbangun dengan tenggorokan yang kek habis disikat...setelah malam sebelumnya gw ngabisin sepiring bakwan udang..(ok ok gw dah tau deh loe orang mo bilang apa)..bukan salah gw dunk kalo bakwan udang itu enak n lebih enak lage klo dimakan pas panas2 n garing2 (bener kan?mank lebih enak makannya geto kan...) yah jadi gitu deh 4 hari yang lalu gw bangun dengan tenggorokan yang bener2 gak enak..susah dipake buat nelen..cuma bisa buat nelen aer doank hikz...(kekna program pengurusan badan bakal segera dimule nech..hihihi..ngarep)
Hari pertama, siang hari, terlewatin dengan cukup bae, ampe malemnya...tiba2 mata ini aeran mulu,pengen bersin gak bisa bersin..Ooo..perasaan gw dah gak enak aja..bener aja..gak lama kemudian..gw meleran..geezzz..kena deh gw flu..ditambah nyut2 kepala yang parah..jadina gw mutusin buat tidur n istirahat biar cepet sembuh...eh tauna semaleman gw malah gak bisa tidur..gara2 idung mampet sebelah2..gonta-ganti..halah..akhirna jam 5 pagi dah kebangun gw..merana..
Untung siangnya gw bisa tidur siang..pala nyut2 lumayan berkurang n besokna dah sembuh hihihi..halelujah...nah tinggal tenggorokan n idung aja..trus mami kasih obat buat sakit tenggorokan n panas dalem..habis minum obat itu n minum banyak aer..tenggorokan gw mule menunjukkan gejala2 kesembuhanna..dah gak sakit lage buat nelen (batal program pengurusan badan..begitu sembuh gw dah nelen segala yang bisa ditelen kecuali gorengan..)
Heran juga deh begitu hari 3 gw mule nunjukin tanda2 pengen batuk..kata papi sech klo mank dah mo sembuh pasti batuk..ok jadi begitu gw mule2 mo batuk gw nyimpulin klo gw dah mo sembuh hihihi asyik...tapi yang gw sebel klo lage batuk..pasti asma gw ikut kuar..weleh..jadina cepet cape banget deh..kurang oksigen kekna hihihi
Bagaimana kondisi gw sekarang?dah lumayanan deh..meler di idung gak kek banjir lage..gak sering2 mampet lage..tenggorokan dah gak sakit lage..paling batuk n asma n suara serak nan seksi kek kaleng rombeng..
btw adonan bakwan masih ada di kulkas..gw masi ngarep2 cepet sembuh biar bisa cepet ngegoreng lage hihihi (ok ok gw dah tau deh loe orang pada mo bilang apa..)
Di suatu pagi menjelang siang gw terbangun dengan tenggorokan yang kek habis disikat...setelah malam sebelumnya gw ngabisin sepiring bakwan udang..(ok ok gw dah tau deh loe orang mo bilang apa)..bukan salah gw dunk kalo bakwan udang itu enak n lebih enak lage klo dimakan pas panas2 n garing2 (bener kan?mank lebih enak makannya geto kan...) yah jadi gitu deh 4 hari yang lalu gw bangun dengan tenggorokan yang bener2 gak enak..susah dipake buat nelen..cuma bisa buat nelen aer doank hikz...(kekna program pengurusan badan bakal segera dimule nech..hihihi..ngarep)
Hari pertama, siang hari, terlewatin dengan cukup bae, ampe malemnya...tiba2 mata ini aeran mulu,pengen bersin gak bisa bersin..Ooo..perasaan gw dah gak enak aja..bener aja..gak lama kemudian..gw meleran..geezzz..kena deh gw flu..ditambah nyut2 kepala yang parah..jadina gw mutusin buat tidur n istirahat biar cepet sembuh...eh tauna semaleman gw malah gak bisa tidur..gara2 idung mampet sebelah2..gonta-ganti..halah..akhirna jam 5 pagi dah kebangun gw..merana..
Untung siangnya gw bisa tidur siang..pala nyut2 lumayan berkurang n besokna dah sembuh hihihi..halelujah...nah tinggal tenggorokan n idung aja..trus mami kasih obat buat sakit tenggorokan n panas dalem..habis minum obat itu n minum banyak aer..tenggorokan gw mule menunjukkan gejala2 kesembuhanna..dah gak sakit lage buat nelen (batal program pengurusan badan..begitu sembuh gw dah nelen segala yang bisa ditelen kecuali gorengan..)
Heran juga deh begitu hari 3 gw mule nunjukin tanda2 pengen batuk..kata papi sech klo mank dah mo sembuh pasti batuk..ok jadi begitu gw mule2 mo batuk gw nyimpulin klo gw dah mo sembuh hihihi asyik...tapi yang gw sebel klo lage batuk..pasti asma gw ikut kuar..weleh..jadina cepet cape banget deh..kurang oksigen kekna hihihi
Bagaimana kondisi gw sekarang?dah lumayanan deh..meler di idung gak kek banjir lage..gak sering2 mampet lage..tenggorokan dah gak sakit lage..paling batuk n asma n suara serak nan seksi kek kaleng rombeng..
btw adonan bakwan masih ada di kulkas..gw masi ngarep2 cepet sembuh biar bisa cepet ngegoreng lage hihihi (ok ok gw dah tau deh loe orang pada mo bilang apa..)
Sunday, January 6, 2008
Vampire Hunt
Dunia telah dikuasai oleh vampire(1)..makhluk kegelapan yang suka menghisap darah ..sebagian manusia telah terinfeksi olehnya..satu persatu makhluk di muka bumi ini telah diubah menjadi serupa dengan mereka(2)..makhluk haus darah yang tidak mengenal belas kasihan...
Saat itu malam hari, udara malam yang dingin pun merasuk hingga ke tulang belulang. Bulan bundar pucat yang bersinar di langit malam, memancarkan cahaya peraknya ke atap2 rumah. Aku berlari dengan cepat, mengendap2 berusahan menghindari cahaya bulan jatuh menyinariku. Walaupun udara sangat dingin, tapi aku berkeringat, peluh jatuh membasahi keningku, jantungku berdebar sangat cepat. Sekelebat bayangan tampak diantara semak2, aku segera menyembunyikan diriku di balik pepohonan. Suasana hening dan tenang bahkan melebihi heningnya daerah perkuburan. Aku segera berlari melintasi taman yang gelap menuju sebuah rumah yang terletak tak jauh dari situ, mencoba mencari pertolongan dan menyelamatkan diriku dari makhluk yang mengejarku.
Baru saja kumasuki rumah yang tidak terkunci itu, tiba2 terdengar lolongan menyakitkan yang menyayat hati. Tiba2 suasana menjadi hening kembali. Dengan berjingkat2 dan berusaha tidak mengeluarkan suara sedikit pun aku berjalan memasuki lorong rumah itu. Lantai kayu yang sudah tua itu mengeluarkan suara berderik. Aku pun membeku, terdiam seperti patung sambil menunggu. Tetapi rupanya tidak ada yang mendengar suara itu, atau mungkin mereka terlalu sibuk dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Tujuh detik berlalu, ketika aku kembali bergerak menuju sebuah ruangan dengan celah pintu terbuka sedikit. Perlahan2 aku mendekati dan mengintip ke dalam ruangan itu.
lorong rumah itu (3)
Aku terkesiap! sesaat jantungku seolah-olah berhenti berdetak, cahaya bulan dari luar jendela membuatku dapat melihat jelas apa yang ada di dalam ruangan itu. Sesosok makhluk tampak sedang membungkuk, melakukan sesuatu. Ketika ia mendongakkan kepalanya, aku melihatnya..makhluk itu, vampir haus darah dengan taring putih nya yang mengkilat, darah merah segar berceceran di dagunya. Ia tidak sendirian..di sisinya kulihat sesosok yang terlihat sekarat, bekas taring tampak di sisi lehernya. Di tangan vampire itu pun tampak seorang gadis yang tampaknya baru saja dihisap darahnya.
Mencoba melarikan diri dari pemandangan mengerikan itu, aku pun berusahan untuk pergi dari tempat itu sebelum ia melihatku. Tapi terlambat! makhluk itu telah melihatku, mata merah nya menatapku seolah melumpuhkanku dan menghipnotisku, selama sedetik aku tak dapat bergerak, kemudian kesadaran ku pulih, dengan terbirit2 aku berlari keluar dari rumah itu.
Aku berlari dan terus berlari mencoba tidak mempedulikan rasa sakit di kakiku karena lelah. Tapi secepat dan sejauh apapun aku berlari, tatapan merah mata itu seolah mengikuti dan menghantuiku. Tiba2 aku tersadar, aku tidak berlari sendirian, ada makhluk lain yang berlari mengikutiku. Aku berlari dan terus berlari, tapi makhluk2 itu jauh lebih cepat. Kudapati diriku terpojok di ujung tebing, kudapati 2 makhluk haus darah itu perlahan mendekatiku. Wajah pucat mereka di bawah cahaya bulan, taring mereka yang nampak mengerikan, ketika kuamati lebih jelas, aku menyadari bahwa aku mengenali wajah salah satu makhluk itu. Walau aku tahu bahwa ia yang ada di hadapan ku sekarang bukanlah ia yang dulu sewaktu kami masih sama2 manusia, makhluk fana yang tidak abadi.(4)
Akhirnya dengan memejamkan mata, aku pun melompati tebing itu. Air laut yang dingin menangkap ku, membuai dan menyelimuti ku dengan kesegaran dan keamanan, namun itu hanya berlangsung sesaat. Kedua makhluk itu pun ikut lompat bersamaku, terus mengejarku bahkan bila memungkinkan hingga ke neraka sekalipun. Aku pasrah, tak ada lagi yang dapat kulakukan, air dingin di malam hari itu membekukan dan melumpuhkan indraku. Aku tidak dapat menggerakkan kaki dan tanganku.
Makhluk yang kukenal itu mendekatiku, aku benar2 putus asa dan takut untuk terinfeksi. Tetapi tak disangka, makhluk itu tidak menginfeksiku tidak pula menggigitku, tampaknya kenangan samar akan diriku masih ada dalam dirinya. Ia hanya menjadikanku pra-vampir, suatu tahap dimana belum menjadi vampir namun terinfeksi oleh telur2 vampir.(5) Entah bagaimana aku mendapati sebuah lubang sebesar peluru di perutku, darahku mengucur bercampur dengan air laut, memerahkan air laut di sekelilingku.
Setelah itu mereka membiarkanku, air laut menghempaskan ku ke pantai, aku yang masih tidak percaya nasib baikku (6) segera pulang ke base, sebuah tempat dimana sekumpulan manusia yang belum menjadi vampir berkumpul untuk membasmi dan melawan mereka. Tidak ada yang menyadari kelainanku yang telah mengalami tahap pra-vampir, hanya ibuku seorang yang menyadari hal itu. Ibuku melihat tanganku dan tampak olehnya bintik2 hitam membentuk garis2 pendek, masing2 terdiri dari 3 bintik. Beliau mencoba mengobatiku, tahap pertama dari pengobatan itu adalah dengan mengeluarkan bintik2 (yang diyakini sebagai telur vampir) dari tanganku. Ketika dipencet, keluarlah cacing2 kecil putih dan menjijikkan dari tanganku (7)
Dengan usaha dan perjuangan akhirna aku berhasil membersihkan sampah2 itu dari tanganku, kembali aku bergabung dengan kelompokku yang akan segera menyerang kelompok vampir tersebut. Namun bagaimana kah perjuangan kami? Berhasilkan kami merebut kejayaan umat manusia dari tangan vampir itu?Dapatkah kami mengalahkan mereka? Aku pun tidak tahu jawabannya....karena ketika kubuka mata...kusadari bahwa itu semua hanyalah...
MIMPI!!! (8)
1. tau kan vampir, sejenis drakula..kekna sama deh kae drakula hihihi kurang tau juga deh gw apa bedanya vampir n drakula
2. uda kek resident evil aja hohoho (gini deh klo kebanyakan nonton pelem)
3. gw gak nemuin gambar lorong rumah dari kayu2 lapuk..jadi yang ada aja deh..sekedar pelengkap, biar ada bayangan gitu deh kalo baca
4. sok pake bahasa rumit gw, maksudna manusia juga hihihi
5. emank vampir betelor??nah itu die..kelelawar betelor deh kekna..kalo vampir???who knows??xixixixixi..fiksi booo..jangan dianggap serius..
6. paling gak belon jadi vampir..n gak diisep darahna iiiihhh walo punya lubang di perut n dah dititipin telor2 vampir
7. makan waktu banyak tuch buat ngeluarin itu cacing yang menggelikan kek belatung, kronologis lengkapnya gak usah lah ya, geli2in aja deh..iiihhh..belon lagi habis nguarin cacing harus nguarin kulit2 kempompong cacing iu weleh...btw kalo dipencet cacingna ada darah merahna lho...
8. Kebangun gw ahahahaha..jadi gantung deh ceritana..mimpi di sabtu malam gini deh ahahahahaha
Saat itu malam hari, udara malam yang dingin pun merasuk hingga ke tulang belulang. Bulan bundar pucat yang bersinar di langit malam, memancarkan cahaya peraknya ke atap2 rumah. Aku berlari dengan cepat, mengendap2 berusahan menghindari cahaya bulan jatuh menyinariku. Walaupun udara sangat dingin, tapi aku berkeringat, peluh jatuh membasahi keningku, jantungku berdebar sangat cepat. Sekelebat bayangan tampak diantara semak2, aku segera menyembunyikan diriku di balik pepohonan. Suasana hening dan tenang bahkan melebihi heningnya daerah perkuburan. Aku segera berlari melintasi taman yang gelap menuju sebuah rumah yang terletak tak jauh dari situ, mencoba mencari pertolongan dan menyelamatkan diriku dari makhluk yang mengejarku.
Baru saja kumasuki rumah yang tidak terkunci itu, tiba2 terdengar lolongan menyakitkan yang menyayat hati. Tiba2 suasana menjadi hening kembali. Dengan berjingkat2 dan berusaha tidak mengeluarkan suara sedikit pun aku berjalan memasuki lorong rumah itu. Lantai kayu yang sudah tua itu mengeluarkan suara berderik. Aku pun membeku, terdiam seperti patung sambil menunggu. Tetapi rupanya tidak ada yang mendengar suara itu, atau mungkin mereka terlalu sibuk dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Tujuh detik berlalu, ketika aku kembali bergerak menuju sebuah ruangan dengan celah pintu terbuka sedikit. Perlahan2 aku mendekati dan mengintip ke dalam ruangan itu.
lorong rumah itu (3)Aku terkesiap! sesaat jantungku seolah-olah berhenti berdetak, cahaya bulan dari luar jendela membuatku dapat melihat jelas apa yang ada di dalam ruangan itu. Sesosok makhluk tampak sedang membungkuk, melakukan sesuatu. Ketika ia mendongakkan kepalanya, aku melihatnya..makhluk itu, vampir haus darah dengan taring putih nya yang mengkilat, darah merah segar berceceran di dagunya. Ia tidak sendirian..di sisinya kulihat sesosok yang terlihat sekarat, bekas taring tampak di sisi lehernya. Di tangan vampire itu pun tampak seorang gadis yang tampaknya baru saja dihisap darahnya.
Mencoba melarikan diri dari pemandangan mengerikan itu, aku pun berusahan untuk pergi dari tempat itu sebelum ia melihatku. Tapi terlambat! makhluk itu telah melihatku, mata merah nya menatapku seolah melumpuhkanku dan menghipnotisku, selama sedetik aku tak dapat bergerak, kemudian kesadaran ku pulih, dengan terbirit2 aku berlari keluar dari rumah itu.
Aku berlari dan terus berlari mencoba tidak mempedulikan rasa sakit di kakiku karena lelah. Tapi secepat dan sejauh apapun aku berlari, tatapan merah mata itu seolah mengikuti dan menghantuiku. Tiba2 aku tersadar, aku tidak berlari sendirian, ada makhluk lain yang berlari mengikutiku. Aku berlari dan terus berlari, tapi makhluk2 itu jauh lebih cepat. Kudapati diriku terpojok di ujung tebing, kudapati 2 makhluk haus darah itu perlahan mendekatiku. Wajah pucat mereka di bawah cahaya bulan, taring mereka yang nampak mengerikan, ketika kuamati lebih jelas, aku menyadari bahwa aku mengenali wajah salah satu makhluk itu. Walau aku tahu bahwa ia yang ada di hadapan ku sekarang bukanlah ia yang dulu sewaktu kami masih sama2 manusia, makhluk fana yang tidak abadi.(4)Akhirnya dengan memejamkan mata, aku pun melompati tebing itu. Air laut yang dingin menangkap ku, membuai dan menyelimuti ku dengan kesegaran dan keamanan, namun itu hanya berlangsung sesaat. Kedua makhluk itu pun ikut lompat bersamaku, terus mengejarku bahkan bila memungkinkan hingga ke neraka sekalipun. Aku pasrah, tak ada lagi yang dapat kulakukan, air dingin di malam hari itu membekukan dan melumpuhkan indraku. Aku tidak dapat menggerakkan kaki dan tanganku.
Makhluk yang kukenal itu mendekatiku, aku benar2 putus asa dan takut untuk terinfeksi. Tetapi tak disangka, makhluk itu tidak menginfeksiku tidak pula menggigitku, tampaknya kenangan samar akan diriku masih ada dalam dirinya. Ia hanya menjadikanku pra-vampir, suatu tahap dimana belum menjadi vampir namun terinfeksi oleh telur2 vampir.(5) Entah bagaimana aku mendapati sebuah lubang sebesar peluru di perutku, darahku mengucur bercampur dengan air laut, memerahkan air laut di sekelilingku.
Setelah itu mereka membiarkanku, air laut menghempaskan ku ke pantai, aku yang masih tidak percaya nasib baikku (6) segera pulang ke base, sebuah tempat dimana sekumpulan manusia yang belum menjadi vampir berkumpul untuk membasmi dan melawan mereka. Tidak ada yang menyadari kelainanku yang telah mengalami tahap pra-vampir, hanya ibuku seorang yang menyadari hal itu. Ibuku melihat tanganku dan tampak olehnya bintik2 hitam membentuk garis2 pendek, masing2 terdiri dari 3 bintik. Beliau mencoba mengobatiku, tahap pertama dari pengobatan itu adalah dengan mengeluarkan bintik2 (yang diyakini sebagai telur vampir) dari tanganku. Ketika dipencet, keluarlah cacing2 kecil putih dan menjijikkan dari tanganku (7)
Dengan usaha dan perjuangan akhirna aku berhasil membersihkan sampah2 itu dari tanganku, kembali aku bergabung dengan kelompokku yang akan segera menyerang kelompok vampir tersebut. Namun bagaimana kah perjuangan kami? Berhasilkan kami merebut kejayaan umat manusia dari tangan vampir itu?Dapatkah kami mengalahkan mereka? Aku pun tidak tahu jawabannya....karena ketika kubuka mata...kusadari bahwa itu semua hanyalah...
MIMPI!!! (8)
1. tau kan vampir, sejenis drakula..kekna sama deh kae drakula hihihi kurang tau juga deh gw apa bedanya vampir n drakula
2. uda kek resident evil aja hohoho (gini deh klo kebanyakan nonton pelem)
3. gw gak nemuin gambar lorong rumah dari kayu2 lapuk..jadi yang ada aja deh..sekedar pelengkap, biar ada bayangan gitu deh kalo baca
4. sok pake bahasa rumit gw, maksudna manusia juga hihihi
5. emank vampir betelor??nah itu die..kelelawar betelor deh kekna..kalo vampir???who knows??xixixixixi..fiksi booo..jangan dianggap serius..
6. paling gak belon jadi vampir..n gak diisep darahna iiiihhh walo punya lubang di perut n dah dititipin telor2 vampir
7. makan waktu banyak tuch buat ngeluarin itu cacing yang menggelikan kek belatung, kronologis lengkapnya gak usah lah ya, geli2in aja deh..iiihhh..belon lagi habis nguarin cacing harus nguarin kulit2 kempompong cacing iu weleh...btw kalo dipencet cacingna ada darah merahna lho...
8. Kebangun gw ahahahaha..jadi gantung deh ceritana..mimpi di sabtu malam gini deh ahahahahaha
Saturday, January 5, 2008
Adventure to Binus
Hari Jumat gw ke Binus..nebeng si Juandi..ceritana sech mau nemenin Lingga nyari kos2an di daerah sono..Dengan berat hati Juandi pun mengantar gw..tepatna dengan gak rela ati..lagean gitu amat sech die..nganterin ncinye nape..da bukan sengaja nganter juga..kan die kul juga weleh dah..tapi ya gitu deh..gak ridho die..sepanjang perjalanan gw didiemin ahahahahaha bawa motorna pun dah kae orang dududz..ngebut sana sini..sebel..brubung die diem jadi gw juga diem...ahahahahaha secara gw masih butuh die...ntar klo gw ngomel2 bisa2 diturunin di pinggir jalan hohohoho...antisipasi jadi gw diem aja deh..
Nah di tengah jalan..ada tuch kan genangan2 aer..soalne kemaren2 na ujan deres banget..salah satu alasan kenapa die gak mo kasih gw ikut..katanya berat lah (padahal gak beda2 jauh tuch gw ama setengah kuintal beras..wew..dibilang berat) trus ntar ujan lah...ribet lah dan segudang alesan laen..tapi gw tetep keukeh hihihihi..nah di tengah jalan kan ada genangan air tuch...si Juandi dah pelan2 tuch ngelewatinnya..eh dari sebelah kanan ada motor yang dengan gak sopannya melintas dengan cepet...kejadian deh..tuch air nyiprat ke gw n Juandi...mana dengan gak tau dirinya tuch orang cuek aja lage...langsung deh dikejar ama Juandi n diomelin ahuahahahaha..dah itu ditinggal ama Juandi...reaksi pertama gw tadinya tuch pengen ambil aqua yang ada di tas n nyirem orang itu...biar ngeh dikit dia rasanya basah..kek jalanan punya buyutnya aje..sebel..masih mending gw sirem pake aqua..secara gw kan kena nya aer kotor..tapi untung gw masih bisa berpikir sehat..rugi2 gw nyirem2 die..jadi begitu dah diomelin Juandi gw cuek aja deh hohohoho
Heran deh ama orang2 yang gak disiplin klo lage pake jalan..Jakarta dah macet..bikin tambah macet aja weleh..salah satu pengguna jalan yang tidak disiplin tuch supir toko..weleh..suka horror ndiri gw klo disupirin dia..
Untung aja hari itu beneran gak ujan, cuma gerimis2 kecil hihihi jadi gak ngamuk2 deh Juandi..secara dah gw doain semalem suntuk biar gak ujan hihihi..yah paling ngak gw minta dalam perjalanan pulang or perginya jangan ampe ujan n kita kebasahan..ato ujannya tunggu kita ampe rumah sekalian...ternyata terkabul boo hihihihi THANX GOD! kita gak keujanan n ujannya baru deres pas malem2 hohohoho
Nah di Binus keliling sana sini deh gw ama Lingga buat nyari kos2an..sambil ngarepin bonus buat cuci mata..liat mahasiswa2 cakep hihihi..tapi sayang kok gak ada ya ahuahahahaha untung ketemu kos2annya...bersih n lumayan..hargana 550k..yah mayan lah..sempet juga kelilingin kampus syahdan yang lama...trnyata kecil ya..gak sempet maen2 ke kampus2 laenna..sempet makan ayam kremes disono hohoho
Eh pas lage makan..sempet liat si Guzmen, temen kul di bandung dolo..sempet manggil seh tapi kekna anakna gak denger, akhirnya disms..n dia samperin buat ngobrol2..rupanya tuch anak lage maen ke tempat ngkona yang kul di binus...sempitna dunia hihihi n kebetulan banget bisa ketemu hohoho
Setelah puas maen2 n liat2 akhirna pulang juga deh ke rumah...
Nah di tengah jalan..ada tuch kan genangan2 aer..soalne kemaren2 na ujan deres banget..salah satu alasan kenapa die gak mo kasih gw ikut..katanya berat lah (padahal gak beda2 jauh tuch gw ama setengah kuintal beras..wew..dibilang berat) trus ntar ujan lah...ribet lah dan segudang alesan laen..tapi gw tetep keukeh hihihihi..nah di tengah jalan kan ada genangan air tuch...si Juandi dah pelan2 tuch ngelewatinnya..eh dari sebelah kanan ada motor yang dengan gak sopannya melintas dengan cepet...kejadian deh..tuch air nyiprat ke gw n Juandi...mana dengan gak tau dirinya tuch orang cuek aja lage...langsung deh dikejar ama Juandi n diomelin ahuahahahaha..dah itu ditinggal ama Juandi...reaksi pertama gw tadinya tuch pengen ambil aqua yang ada di tas n nyirem orang itu...biar ngeh dikit dia rasanya basah..kek jalanan punya buyutnya aje..sebel..masih mending gw sirem pake aqua..secara gw kan kena nya aer kotor..tapi untung gw masih bisa berpikir sehat..rugi2 gw nyirem2 die..jadi begitu dah diomelin Juandi gw cuek aja deh hohohoho
Heran deh ama orang2 yang gak disiplin klo lage pake jalan..Jakarta dah macet..bikin tambah macet aja weleh..salah satu pengguna jalan yang tidak disiplin tuch supir toko..weleh..suka horror ndiri gw klo disupirin dia..
Untung aja hari itu beneran gak ujan, cuma gerimis2 kecil hihihi jadi gak ngamuk2 deh Juandi..secara dah gw doain semalem suntuk biar gak ujan hihihi..yah paling ngak gw minta dalam perjalanan pulang or perginya jangan ampe ujan n kita kebasahan..ato ujannya tunggu kita ampe rumah sekalian...ternyata terkabul boo hihihihi THANX GOD! kita gak keujanan n ujannya baru deres pas malem2 hohohoho
Nah di Binus keliling sana sini deh gw ama Lingga buat nyari kos2an..sambil ngarepin bonus buat cuci mata..liat mahasiswa2 cakep hihihi..tapi sayang kok gak ada ya ahuahahahaha untung ketemu kos2annya...bersih n lumayan..hargana 550k..yah mayan lah..sempet juga kelilingin kampus syahdan yang lama...trnyata kecil ya..gak sempet maen2 ke kampus2 laenna..sempet makan ayam kremes disono hohoho
Eh pas lage makan..sempet liat si Guzmen, temen kul di bandung dolo..sempet manggil seh tapi kekna anakna gak denger, akhirnya disms..n dia samperin buat ngobrol2..rupanya tuch anak lage maen ke tempat ngkona yang kul di binus...sempitna dunia hihihi n kebetulan banget bisa ketemu hohoho
Setelah puas maen2 n liat2 akhirna pulang juga deh ke rumah...
Subscribe to:
Posts (Atom)